Sejarah kopi
Hingga saat ini belum diketahui dengan pasti sejak kapan tanaman kopi dikenal dan masuk ke peradaban manusia. Menurut catatan sejarah, tanaman ini mulai dikenal di benua afrika tepatnya di eitopia. Pada mulanya, tanaman kopi belum dibudidayakan secara sempurna oleh penduduk, melainkan masih tumbuh liar di hutan-hutan dataran tinggi. Mula-mula penyebaran kopi ke berbagai wilaya cukup lambat. Hal ini dikarenakan pada waktu itu minuman kopi hanya dikenal sebagai minuman berkhasiat menyegarkan badan, terbuat dari cairan daun dan buah segar yang diseduh air panas. Namun sejak ditemukan cara pengolahan buah kopi yang lebih baik, selain berkhasiat, minuman kopi juga beraroma harum khas dan rasanya nikmat. Dengan demikian, kopipun menjadi terkenal hingga tersebar ke berbagai Negara di berbagai eropa Asia, dan Afrika. Biji kopi mengandung kafein yang dapat merangsang kerja jantung dan otak sehingga sebagian orang tidak tahan minum kopi. Untuk mengatasi hal tersebut dan dalam rangka meningkatkan konsumsi kopi dunia, telah ditemukan cara pengolahan biji kopi yang dapat menghilaangkan kandungan kafein tanpa mengurangi aroma rasa kopi. Hasilnya adalah minuman kopi yang harum nikmat dan tidak merangsangDi Indonesia tanaman kopi diperkenalkan pertama kali oleh VOC antar tahun 1696-1699. Awlnya penanaman kopi hanya bersifat coba-coba (penelitian) namun karena hasilnya memuaskan dan di pandang cukup menguntungkan sebagai komoditas perdagangan maka VOC menyebarkan bibit kopi ke berbagai daerah agar penduduk dapat menanamnya. Kemudian perkebunan besar pun didirikan dan akhirnya tanaman kopi tersebar ke daerah Lampung, Sumatera Barat, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, dan daerah lain di Indonesia. Perkembangan kopi di Indonesia pernah mengalami goncangan pada tahun 1876 terjadi ledakan penyakit berbahaya hemelia vastatrix (HV) yang menyerang daun. Kemudian VOC mendatangkan kopi liberika dan robusta yang diharapka lebih tahan terhadap penyakit HV. Namun saat ini diketahui bahwa liberika juga mudah terserang penyakit HV.