Arsip untuk Mei, 2008

DiBaLik niKmaTnYA Kopi

Posted in aBoUt cOfFe on Mei 15, 2008 by nheny

Selain teh, kopi merupakan minuman paling
dikenal umat manusia.

Tak
seorang pun tak mengenal kopi. Minuman ini sudah dikenal di mana-mana sejak
ratusan tahun lalu. Begitu terkenalnya kopi sampai timbul istilah coffee break atau “rehat
kopi” di setiap acara resmi seperti seminar, lokakarya, rapat, dll.
Sementara dalam kehidupan sehari-hari, kopi seringkali dijadikan pendamping
sarapan pagi.

Kopi
mengandung kafein, yang merupakan
derivat
dari xantin. 
Kafein dapat menimbulkan perangsangan terhadap
susunan saraf pusat (otak), sistem pernapasan, serta sistem pembuluh darah dan
jantung. Sebab itu tidak heran setiap minum kopi dalam jumlah wajar (1-3
cangkir), tubuh kita terasa segar, bergairah, daya pikir lebih cepat, tidak
mudah lelah atau pun mengantuk. Dampak positif ini menyebabkan orang sulit
terlepas dari kebiasaan minum kopi. 

 

Cara pengolahan dan penyeduhan kopi
memberi andil terhadap konsentrasi kafein dalam minuman kopi.  Sebagai contoh, kopi tubruk pada umumnya
lebih keras karena bubuk kopi dalam cangkir atau gelas langsung diseduh air mendidih.

 

Kebiasaan minum
kopi acap kali memunculkan efek “kecanduan” baik secara psikologis
maupun fisiologis.
  Ciri
umum ketergantungan kopi antara lain rasa letih atau lelah, tak bersemangat dan
mengantuk kalau sehari saja tidak minum kopi. Yang wajar adalah mengonsumsi
kopi sebanyak 85 – 200 mg atau 1 – 3 cangkir kopi.

 

Mencicipi Kopi

Posted in Uncategorized on Mei 15, 2008 by nheny

Pasti anda sudah tahu kalau di permukaan lidah kita terdapat ratusan bahkan ribuan bintik2 kecil (saya tidak pernah tahu berapa jumlah persisnya. Kalau mau anda boleh hitung sendiri -) ). Di dalam bintik2 itu terdapat urat2 syaraf yang berfungsi sebagai pendeteksi rasa. Dalam mulut kita terdapat sekitar 10.000 syaraf pendeteksi rasa yang sebagian besar terletak di lidah, dan ada juga yang terletak di dinding atas mulut dan tenggorokan.
Yang sedikit mengejutkan adalah, syaraf2 tersebut hanya bisa membedakan 5 macam rasa: manis, asam, asin, pahit, dan umami. Alasan dari keterbatasan tersebut adalah karena tubuh manusia merasa perlu memiliki kemampuan membedakan tanda2 vital antara nutrisi dan racun dari rasanya. Rasa umami misalnya, menunjukkan bahwa bahwa kita sedang mengkonsumsi protein.

Pada prinsipnya kita harus memaksimalkan sensasi yang ditimbulkan oleh indera perasa dan penciuman kita. Kopi jangan diminum, jangan diseruput, tapi dihirup. Pada waktu kopi menyentuh bibir bawah anda, hirup aromanya sambil masukkan kopi ke mulut hingga menyebar merata ke atas lidah kita. Dengan cara itu kita memaparkan kopi semaksimal mungkin ke syaraf pendeteksi rasa dalam mulut sekaligus mengirimkan aroma ke indera penciuman sehingga otak mendapatkan informasi yang lengkap tentang kopi yang kita minum.
Coba lakukan cara ini untuk mencicipi beberapa jenis kopi yang berbeda, kemudian analisa perbedaannya berdasarkan 5 rasa dasar di atas: apakah kopinya manis, atau pahit, bagaimana tingkat keasamannya dibandingkan kopi yang itu, dan seterusnya. Mungkin anda akan heran seberapa jelas perbedaan rasa yang bisa anda rasakan.